Dua rumah megah berjajar yang jadi kediaman keluarga Lin itu sekarang tampak lengang. Derai tawa yang biasanya terdengar di sana, kini berganti suara isak tangis Nes yang masih belum bisa menerima kepergian opanya. Si tengil yang mulai beranjak dewasa dan paling mendapat limpahan kasih sayang dari semua orang, terutama opanya. Sejak pulang dari pemakaman Nes langsung masuk ke kamar opanya. Sampai sekarang masih meringkuk di tempat tidur dimana pagi tadi kakeknya menghembuskan nafas terakhir, sambil memeluk pakaian yang Jonathan Lin kenakan. Jangankan membujuk supaya tidak terus meratapi kepergian opanya, mereka saja juga masih berderai air mata setiap kali masuk ke situ. Nes yang seperti itu makin membuat suasana jadi menyayat. Tidak ada yang siap dengan kehilangan menyakitkan ini, karen

