Bab 195. Mati Tanpa Tangisan

2136 Kata

Malam pertama Gala bukan hanya rusuh oleh para saudara dan sepupunya yang tidak ada akhlak, tapi juga kabar kecelakaan omanya. Pesta mukbang dan belah duren di sana pun lalu bubar, karena Gala harus ke rumah sakit secepat mungkin. Untung jarak hotel papanya dengan rumah sakit punya mertuanya itu tidak seberapa jauh. Jadi tidak perlu lama untuk sampai sana. Tak cuma mengajak istrinya. Gala juga ditemani Jingga dan Max. Bukan apa, Jingga hanya ingin memastikan sendiri benalu tua sialan itu benar-benar mati. Terdengar sadis, namun manusia tidak punya hati seperti oma Gala memang tidak layak dibiarkan hidup. Selama para lintah serakah itu masih ada, hidup Gala tidak akan pernah tenang. Sampai Medical Centre, mereka langsung menuju ke IGD. Di ruang tunggu Okta tampak mondar-mandir gelisah deng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN