Bab 223. Jingga Pendarahan

2157 Kata

Seiring berjalannya waktu, derita Jingga makin menjadi. Keteteran dengan kehamilannya yang sama sekali tidak mudah. Sama-sama mengandung bayi kembar tiga, tapi kondisinya dengan Keyra dulu sangatlah beda jauh. Perut yang makin membuncit besar, sampai dia tidak lagi leluasa melakukan apapun. Ada dua perawat yang sekarang terus menjaganya, kecuali saat malam ada Max di rumah. Tidur adalah saat yang menyiksa. Bayangkan dengan perut seberat dan sebesar itu dia yang gampang lelah, pegal-pegal juga kadang kontraksi kesulitan untuk sekedar mengubah posisi tidur. Belum lagi ketiga bayinya sering kali berontak menendang dan menjotos sampai perut Jingga bergerak-gerak mengerikan. Orang lain gemas melihat kadang sampai telapak kaki sang bayi ngecap di perut Jingga saat menendang, tapi itu luar bias

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN