Semalaman Brian Carlos sama sekali tidak meninggalkan anaknya barang sebentar. Jangankan memejamkan mata, dia bahkan sering mondar-mandir hanya untuk memastikan kondisi Kai. Beruntung setelah sekitar tiga jam, efek heroin mulai reda. Bayangkan selama itu Brian Carlos seperti engap tidak bisa bernafas, menyaksikan penderitaan anaknya terus menggeliat tersengal. Sesekali Kai meronta seperti kejang, sampai ototnya membesar. Seumur-umur baru kali ini Brian melihat anak bungsunya semenderita itu. Yang membuatnya lebih lega lagi, hasil tes HIV Kai negatif. Sepanjang perjalanan dari villa ke rumah sakit, Brian Carlos ketakutan memeluk anaknya. Memangnya apa yang lebih menyakitkan, dari melihat anaknya menderita. Biarpun dulu tidak pernah terlihat peduli, tapi percayalah dia selalu memastikan ke

