Kai hanya butuh dirawat dua hari, setelahnya diperbolehkan pulang. Yang paling kasihan tentu saja Lucy. Sebelum meninggalkan rumah sakit, Kai lebih dulu menjenguknya. Sumpah! Dia tidak tega melihat gadis itu benar-benar hancur. Kondisi kejiwaannya yang terguncang, kata dokter akan butuh perawatan di rumah sakit jiwa. Orang lain mungkin tidak sepenuhnya paham, tapi Kai sebagai saksi mata yang dipaksa menyaksikan kebiadaban Arman, tahu betul kenapa Lucy sampai trauma sehebat itu. Bukan hanya disekap, dipukuli, dan diperkosa secara tak manusiawi. Lucy ternyata juga disuntik narkoba. Beruntung ketika itu dia pendarahan, hingga tidak jadi digilir oleh para cecunguk gerombolan Arman lainnya. Mereka semua sampai tidak habis pikir, punya dendam apa Arman ke gadis itu sampai begitu keji menghancur

