Mendengar Rena yang tiba-tiba saja mau menikah, membuat Satria meradang. Tapi, semua amarah juga rasa tidak terimanya itu terpaksa hanya bisa ditelan sendiri. Dia sendiri yang sudah menyakiti istrinya dan menghancurkan rumah tangga mereka, sampai Rena yang sesabar itu pilih cerai. Namun, biar bagaimanapun dia tetap tidak bisa kalau kehilangan Rena. Akan sehancur apa hidupnya, jika sampai Boo’nya diperistri pria lain? Tidak! Satria tidak akan pernah terima. Mau dibilang tidak tahu diri atau tidak tahu malu juga tak apa. Dia tidak akan membiarkan Rena jatuh ke pelukan pria lain. Setelah obrolan di teras tadi sore, Satria jadi bungkam. Saking berisik isi kepalanya dan berusaha tenang, dia pilih untuk diam dulu. Suasana saat makan malam pun terasa kaku. Hanya ocehan cucunya yang sesekali Satr

