Begitu Menjijikan Dimatamu?

1781 Kata

Pantulan di cermin kristal itu tidak lagi menampilkan sosok seorang dokter bedah yang dihormati, melainkan bayangan sesosok mayat hidup yang terjebak dalam gaun sutra. Elena menatap nanar pada lingkar hitam yang semakin menebal di bawah matanya. Jemarinya yang gemetar menyentuh kerah gaun berleher tinggi yang sengaja ia kenakan untuk menyembunyikan memar keunguan di leher dan tulang selangkanya. Rasa sakit yang berdenyut di sekujur tubuh bagian bawahnya adalah pengingat konstan akan neraka yang ia jalani setiap malam. Sudah berminggu-minggu. Setiap kali Bastian mengunci pintu kamar dari luar, Paman Tejo akan muncul dari kegelapan seperti monster kelaparan. Pria paruh baya itu merobek pakaiannya, menghancurkan harga dirinya, dan memperkosanya berulang kali hingga fajar menyingsing. Dan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN