Cahaya kebiruan dari tiga layar monitor beresolusi tinggi memantul di wajah Bastian Elvano. Di dalam ruang kerjanya yang gelap dan kedap suara, deretan angka, grafik, dan baris kode enkripsi mengalir turun seperti air terjun digital. Bastian menyipitkan mata obsidiannya, mengamati struktur finansial bayangan yang baru saja dikirimkan kepadanya. Di telinganya, terpasang sebuah earpiece militer yang terhubung melalui jaringan dark web berlapis, sebuah saluran komunikasi rahasia yang bahkan tidak akan memunculkan riak terkecil di radar Badan Intelijen Negara. "Kau melihat polanya, Elvano? Rencana selanjutnya?" Suara Mr. X terdengar statis, sengaja disamarkan oleh perangkat pengubah suara, namun nada sarkastisnya tetap kentara. "Aku melihatnya," jawab Bastian datar, jemarinya mengetuk perm

