Bercinta dengan Cara…

1831 Kata

Waktu di dalam Penthouse Pradipta seolah melambat, merangkak malas seperti tetes madu yang jatuh dari sendok perak. Sudah dua minggu berlalu sejak insiden kunci dan pertemuan rahasia Aira dengan Elena. Dua minggu yang sunyi, namun anehnya, penuh dengan kehidupan baru bagi Aira. Absennya Bastian adalah anugerah tersembunyi. Aira berdiri di depan cermin kamar mandi, memegang botol kaca berisi kapsul merah muda pemberian Elena. Ia menatap pantulan dirinya. Kulitnya terlihat lebih segar, rona merah alami mulai menghiasi pipinya yang biasanya pucat. Apakah ini efek obat penyubur itu? Ataukah efek psikologis dari memiliki harapan? "Satu langkah lagi menuju mimpi," bisik Aira pada bayangannya sendiri. Ia menelan kapsul itu dengan mudah, tanpa air, seolah tubuhnya sendiri yang meminta asupan te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN