Aku merasa seluruh Dunia sedang Mengincar…

1823 Kata

Tepukan pelan namun konstan di pipi terasa seperti rintik hujan es yang memaksa kesadaran Aira kembali. "Aira... Aira, bangunlah, Sayang. Buka matamu." Suara lembut itu memecah kegelapan yang mencekik. Aira tersentak hebat. Matanya terbuka lebar secara tiba-tiba, menatap langit-langit putih dengan lampu neon yang menyilaukan. Paru-parunya meraup udara dengan rakus, menghasilkan suara tarikan napas yang kasar dan putus asa, seolah ia baru saja ditarik dari dasar lautan yang dalam. "Hahh... hahh..." Dada Aira naik-turun dengan ritme yang tidak terkendali. Ia segera menoleh ke samping. Pandangannya yang masih sedikit buram menangkap siluet seorang wanita berjas putih yang sedang membungkuk di atasnya. "Elena?" panggil Aira dengan suara serak, nyaris tak terdengar. Ia mengedarkan panda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN