Pertanyaan Mr. X menggantung karena Bastian masih berada di alam bawah sadar. Tangannya masih mencengkram di leher dokter. “Bas, Lepas!” Bentak Mr. X. Cengkeraman mematikan di leher sang dokter spesialis bedah itu mengendur seiring dengan kembalinya rasionalitas ke dalam otak Bastian. Pria yang baru saja ditarik paksa dari jurang syok hipovolemik itu melepaskan tangannya yang berlumuran darah. Nafasnya terdengar putus-putus dan kasar, beradu dengan suara alarm mesin EKG yang melolong panik. Sang dokter terhuyung ke belakang, terbatuk-batuk meraup oksigen sambil memegangi lehernya yang mencetak memar kemerahan berbentuk cetakan jari. Bastian mengerjapkan mata obsidiannya. Penglihatannya yang semula berbayang ganda perlahan mulai fokus. Rasa sakit yang maha dahsyat, seolah ada ribuan p

