Bab 14. Dekap Tak Bernama

1731 Kata

“A-aku ..." Jasson adalah yang pertama bergerak. Dengan napas yang masih tertahan, kedua tangan besarnya perlahan turun, memegang bahu Hanami. Sentuhan itu tidak kasar, justru terasa sangat mantap namun hati-hati. Ia menarik tubuh Hanami perlahan, memaksa wanita itu untuk berdiri tegak. Hanami mendongak, matanya yang sedikit berkaca-kaca karena panik bertemu dengan tatapan Jasson yang tampak gelap. Ada gurat emosi yang sulit diartikan di sana, campuran antara keterkejutan, gairah yang tertahan, dan rasa protektif yang mendalam. "Naik," perintah Jasson singkat, suaranya terdengar lebih serak dari biasanya. Hanami yang masih gemeter dan lemas di bagian lutut hanya bisa menurut. Jasson menuntunnya duduk di atas empuknya bantal sofa, sementara pria itu sendiri justru melompat turun dan ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN