Bab 25. Nirankara : A Flight To Tokyo

1528 Kata

Bibir mereka bertemu, dan untuk sesaat, waktu di apartemen sempit itu seolah berhenti berdetak. Ciuman Hanami awalnya terasa ragu, namun perasaan rumit di hatinya memberikan keberanian yang meluap-meluap. Jasson mematung, matanya terbelalak melihat Hanami yang begitu rapuh namun dominan di depannya. Aroma sabun bayi yang lembut dari Hanami menyerbu indranya, menghancurkan sisa-sisa pertahanan yang ia bangun sejak di bengkel tadi. Tak butuh waktu lama bagi Jasson untuk menyerah. Erangan rendah lolos dari tenggorokannya saat tangannya yang besar merengkuh pinggang Hanami, menariknya hingga tak ada lagi celah di antara mereka. Jasson membalas ciuman itu, bukan sekadar nafsu, tapi sebuah komunikasi emosional yang intens, seolah ia sedang menumpahkan seluruh rasa bersalah lewat lumatan yang d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN