Bab 46. Service Pagi

1872 Kata

Cahaya matahari yang masuk melalui celah gorden otomatis menyinari wajah Hanami, membuatnya perlahan mengerjapkan mata. Rasa pegal di pinggangnya masih tertinggal, sebuah pengingat nyata tentang betapa bersemangatnya suaminya itu semalam. Hanami mencoba meregangkan tubuh, namun ia merasakan sebuah tatapan yang begitu intens menghujamnya. Begitu matanya terbuka sempurna, Hanami tersentak kecil. Di sampingnya, Jasson sudah bangun entah sejak kapan. Pria itu berbaring miring, menumpu kepalanya dengan satu tangan, sementara mata hazelnya menatap Hanami tanpa berkedip. Rambutnya yang biasanya berantakan, kini jatuh menutupi sebagian keningnya, memberikan kesan pangeran bangun tidur yang sangat tidak adil bagi kesehatan jantung Hanami. "Sudah puas tidurnya, Tuan putri?" suara Jasson terdengar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN