Jasson tidak bergerak menjauh. Bayangannya masih mengurung Hanami di bawah cahaya remang apartemen studio mereka yang mulai kemerahan tertimpa sinar matahari sore. Di dalam kepalanya, Hanami sebenarnya sedang menghitung berapa banyak wanita yang ingin berada di posisisnya sekarang. Tapi lidahnya mendadak kelu. Ia menelan ludah, mencoba mengalihkan tatapan Jasson yang terlalu intens. "Aku... aku hanya sedang menghitung," ucap Hanami pelan, jemarinya memilin ujung kemeja biru yang ia kenakan. "Menghitung apa?" suara Jasson berat, serak, dan sangat dekat di telinga Hanami. "Menghitung berapa lama lagi A akan lahir," Hanami memberanikan diri menatap mata hazel itu kembali. "Dia... dia semakin besar saja setiap harinya. Kemejamu mulai terasa sedikit ketat di bagian sini." Hanami mengusap

