Brak! Satu sentakan kuat. Jasson membalikkan posisi mereka dalam sekejap mata. Kini Hanami yang terhimpit di bawah tubuh kekarnya, tenggelam di dalam empuknya kasur king size. Jasson mengunci kedua tangan Hanami di atas kepala dengan satu tangan besarnya, sementara tangan yang lain mencengkeram rahang Hanami dengan posesif. Lututnya menyusup di antara kaki Hanami, mengunci pergerakan wanita itu sepenuhnya. Napas Jasson memburu, panas, dan terasa berat saat menyentuh permukaan kulit wajah Hanami. Mata hazel itu kini tidak lagi sendu. Ada api yang berkobar di sana, sebuah obsesi yang selama ini ia tekan habis-habisan di bawah topeng harga diri Atmajaya. "Kau sadar dengan apa yang kau lakukan ini?" bisik Jasson dengan suara parau yang bergetar. "Kau menghancurkan pertahananku, Hanami," bi

