Jasson menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur king size di kamar lamanya. Kamar yang luas, mewah, dan beraroma maskulin ini mendadak terasa seperti penjara bawah tanah yang dingin. Ia menatap langit-langit kamar dengan tangan terlipat di bawah kepala. Kosong. “Ini tidak bisa aku biarkan." Jasson mendengus kesal kemudian bangkit dari atas tempat tidur. Jasson hanya mengenakan celana kain hitam, kemeja putihnya dibiarkan terbuka tanpa kancing, memperlihatkan tumpukan otot yang tegang dan tato yang meliuk di d**a bidangnya. Ia melangkah keluar kamar, menelusuri lorong sayap kiri yang berpijar keemasan. Langkahnya terhenti di balkon lantai dua yang menghadap langsung ke pintu kamar utama Mama Serena. Matanya yang tajam menatap daun pintu jati itu dengan intensitas yang sanggup meluban

