Bagaimana tidak terlihat seperti nyata? Vika benar-benar menjalani perannya menggunakan hati. Alvaro memang seseorang yang disukainya, dan dia membayangkan bahwa lelaki itu adalah kekasih sungguhan. Mau bagaimana lagi? Jika tidak, dia akan terlihat kaku. Menerima genggaman tangan atau pelukan lelaki itu tidak lah mudah, harus menggunakan perasaan. Alvaro kembali mampir drive thru restoran siap saji untuk membeli makanan untuk Vika, karena dipastikan dia dan perempuan itu datang belakangan di cafe & resto yang telah dipesan temannya di sana. Dia tak mau Vika kelaparan, beda dengannya yang laki-laki sanggup menahan lapar. "Mau pesan apa? Jangan bilang terserah atau samain kayak gue," ujar Alvaro saat membelokkan mobilnya ke arah restoran siap saji tersebut. "Lo kalau jalan sama gue, ting

