Arthur menatap lekat pada Hazen. Berharap mendengar jawaban yang positif dari gadis itu. Sudah 5 tahun berlalu dan tugasnya sudah selesai dia akan kembali pulang ke Indonesia. Kebersamaan yang bersama Hazen selama 5 tahun tentu bukan hal yang sepele dan dia meminta gadis itu untuk ikut bersamanya dan menikah. "Aku harap kau menjawab 'iya', karena aku tidak menerima penolakan!" kata Arthur tersenyum. Namun tanpa diduga Hazen menggeleng pelan, "Maaf aku tidak bisa!" jawabnya yang sontak membuat senyum di wajah Arthur pun lenyap, berubah sendu. "Tapi kenapa?" ucapnya tak percaya. Setelah sekian lama bersama, Arthur mengira akan mudah baginya meminta Hazen untuk menikah dan ikut bersamanya. "Cukuplah aku menjadi kekasihmu di sini, tapi maaf aku tidak bisa ikut denganmu pulang ke Indonesi

