Arthur menarik nafas dalam-dalam, dan menghembuskannya perlahan. Matanya menatap ke luar jendela, dimana ada pemandangan alam Indonesia yang sudah bertahun-tahun tidak dilihatnya. Sejenak ia merasa sesak seolah oksigen yang ia hirup berbeda dengan negara yang ditinggalkannya beberapa jam lalu. Terasa lebih tajam dan menusuk membuat jantungnya terhenti untuk sedetik lalu. Semua kenangan dan kejadian bertahun-tahun silam seolah kembali membayanginya. Kepedihan dan harapan yang pupus untuk mempersunting gadis pujaannya. Lima tahun berlalu Arthur mengira itu akan lenyap seiring waktu, membuka hati pada Hazen dan menjalani hubungan yang baru di negeri orang. Tapi ternyata tetap saja, begitu kakinya menginjak tanah Indonesia kembali, semua itu seperti diputar kembali dan menjadi latar pikira

