Arthur mendapat tugas di Kedubes Indonesia yang ada di New York. Ia menjadi salah satu ajudan duta besar RI di sini, maka secara kebetulan kesempatan itu tak mereka sias-siakan untuk mencari menelusuri keberadaan Arta. Sebagai salah satu staff, Arthur juga mendapat rumah dinas sebagai tempat tinggalnya. Dan kini ia tempati bersama Lintang. "Selamat pagi, Sayang!" sapa Arthur langkahnya memasuki dapur. Lintang yang tengah memasak pun menoleh dan tersenyum. "Pagi juga!" balasnya, ia tertawa saat Arthur menciumnya dengan gemas. "Duduk sajalah dulu, ini belum masak!" katanya kemudian. Arthur mengangguk seraya menarik salah satu kursi, ia lalu duduk berpangku dagu memandangi Lintang yang berdiri membelakanginya. Suatu pemandangan indah yang menghangatkan hati. Yang ia masih saja selalu

