Lintang dan Arthur tak ingin membuang waktu. Mereka segera melakukan penelusuran ke rumah sakit yang ada di kota itu. Berharap ada salah satu nama dokter Asia ada di jajaran nama dokter itu. Untuk mempercepat pencarian, mereka berpencar. Arthur memastikan GPS di ponsel Lintang berfungsi dengan baik, sehingga dia bisa menemukannya di manapun. "Aku bukan anak kecil, Kapten!" keluh Lintang dengan sikap tunangannya itu. Arthur masih saja protektif terhadapnya. "Sst, diam!" ujar Arthur menggerakkan tangannya di depan Lintang, "aku tidak mau kamu kesasar nanti!" lanjutnya seraya menahan senyum geli. Yang membuat Lintang langsung mencubit pinggangnya dengan gemas. Tapi kemudian mereka tertawa cekikikan bersama. "Baiklah, hati-hati! Rapatkan jaketnya!" ucap Arthur, seperti melepas anak kecil

