Lintang tertegun dan perlahan senyumnya memudar, namun itu tak sempat dilihat oleh Arthur dan pintu pun menutup rapat. "Hazen?!" gumam Lintang dengan rasa terkejut dan heran, "kenapa dia ada disini?" Dengan rasa penasaran yang tiba-tiba saja memenuhi benaknya, Lintang mengintip sedikit dari balik pintu. Tampak Arthur dipanggil oleh seorang pria setengah baya, dia bersama Hazen di sana. Dan Lintang merasa jantungnya berdetak semakin cepat manakala melihat Arthur berjalan mendekati mereka. Dia ingin melihat reaksi Arthur di hadapan Hazen. Dan ia pun tercengang saat Hazen yang tersenyum lebar dan Arthur merentangkan tangannya dan mereka berpelukan untuk sesaat. Yang bagi Lintang itu seolah menjadi sambaran petir di siang bolong. "Arthur, kamu mengenal dia?!" gumamnya terkejut dan tak

