Lintang gelisah di ruangan itu sendirian. Sejak melihat Hazen juga ada disitu bersama Arthur, hatinya merasa tidak tenang. Perutnya terasa tidak nyaman, seolah sesuatu yang buruk akan terjadi. Maka ia memutuskan untuk keluar dan berjalan menuju ke kafetaria yang ditunjukkan oleh Arthur sebelumnya. Mungkin secangkir kopi akan menenangkan kegelisahannya. Tapi saat melewati salah satu ruangan, ia melihat Arthur dan Hazen masuk ke sana bersama laki-laki yang memanggil mereka tadi. "Ayolah, Lintang! Mungkin mereka terlibat kerja sama atau apa! Jangan berburuk sangka dulu!" gumam Lintang seraya terus melangkahkan kakinya menuju ke tujuannya tadi. Hingga akhirnya ia pun sampai di kafetaria itu, dan langsung memesan es kopi. Dia butuh sesuatu yang dingin. "Karyawan baru?" sapa seorang wanita

