"Apa maksudnya itu?" tanya Hazen bingung, "kenapa Lintang menyebut namaku?" Arthur mengangkat bahu, "Aku juga terkejut, dia bilang ingin seperti Hazen yang sudah menolongnya, gadis yang kuat dan tangguh, yang terlihat menggemaskan sekaligus mematikan!" terang Arthur. Hazen tertegun. Bukannya dia tersanjung mendengar itu semua, tapi hatinya justru merasa tidak tenang. Nalurinya sebagai seorang wanita merasa terusik. "Dia sudah tahu tentang kita!" ucapnya dengan pandangan mata mengambang, ada kepanikan di dalam sana. Arthur menepikan mobilnya sejenak, ditariknya tuas rem. Lalu meraih wajah Hazen dan menatapnya. "Jangan berpikiran terlalu jauh! Dia mungkin hanya kagum padamu!" kata Arthur menenangkan gadis itu. Hazen terdiam, ia menatap ke bola mata Arthur. Mencari kekuatannya sendiri

