Protecting The Loved Ones

1584 Kata

Telapak tangan Haryoto menghantam meja kerjanya dengan keras hingga suara dentumannya memantul di dinding ruang direktur yang luas. Monitor komputer di depannya bergetar, layar bergoyang tipis, sementara beberapa pulpen terlempar dan berguling jatuh ke lantai marmer. Wajah pria berusia lima puluhan itu memerah pekat, urat di lehernya menonjol tegang, napasnya memburu. "Gila! GILA!" Suaranya terdengar nyaring memenuhi ruangan, memantul di balik dinding kaca dan lemari arsip yang tersusun rapi. "Kok bisa? KOK BISA?!" Tangannya mengepal di atas meja, tak percaya dengan kabar terbaru yang baru saja ia terima. Pintu terbuka perlahan. Sekretarisnya yang masuk sambil membawa secangkir kopi panas langsung terdiam di ambang pintu. Langkahnya terhenti. Ia belum pernah melihat atasannya meledak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN