Lani mengangkat gelas es teh manisnya, menyeruput pelan sambil tetap memperhatikan Sonya yang tampak fokus menghabiskan salad di depannya. Kafe di lantai dasar gedung perkantoran itu dipenuhi suara sendok beradu dengan piring dan obrolan para karyawan yang sedang istirahat makan siang. Di meja kecil dekat jendela, mereka duduk berdampingan, memanfaatkan jeda singkat sebelum kembali ke tumpukan pekerjaan. Lani meletakkan gelasnya, lalu menopang dagu dengan tangan. “Eh, gue denger suami lo udah nggak kerja di kantor lamanya, ya?” Ia menaikkan alis sedikit. “Sekarang pindah ke mana?” Sonya menyeka ujung bibirnya dengan tisu, mengunyah perlahan sebelum akhirnya menelan. Ia sempat menarik napas singkat, lalu meraih gelas air putihnya. “Dia nggak pindah kerja, tapi emang resign aja,” jawabny

