Skandal Yang Mencuat

1906 Kata

“Gimana, bisa beritanya naik malam ini?” Suara berat itu memecah kesunyian ruang VIP restoran Jepang yang tertutup rapat. Cahaya lampu temaram memantul lembut di permukaan meja kayu gelap. Dua pria duduk saling berhadapan dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Di satu sisi, pria berusia sekitar lima puluhan mengenakan setelan mahal duduk dengan postur tegak dan tatapan penuh perhitungan. Haryoto, rival bisnis Darren Wibisono yang selama ini bersaing ketat di sektor perbankan, menyandarkan punggungnya sambil menatap lawan bicaranya dengan sorot ambisi yang jelas. Di hadapannya, Tian, wartawan senior dari sebuah stasiun televisi nasional, duduk dengan wajah tegang. Jarinya saling bertaut di atas meja, seolah sedang menimbang risiko dari percakapan ini. “Saya mau tayang malam ini,” lanjut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN