Pertandingan berjalan semakin sengit. Pukulan demi pukulan saling berbalas, bola meluncur cepat bolak-balik melewati net. Suara benturan bola dengan senar raket terdengar berulang, ritmis seperti irama yang memacu adrenalin. Sesekali terdengar seruan penuh semangat atau gumaman kesal ketika bola melenceng tipis dari garis. Dari bangku penonton, Alena menyaksikan semuanya dengan mata berbinar. Ia tersenyum melihat sisi lain suaminya yang jarang terlihat di rumah. Darren tampak santai dan ceria, tetapi tetap kompetitif dengan cara yang menyenangkan. Candaan dan tatapan penuh arti antara Darren dan Davin mengalir alami, hangat dengan keakraban khas dua saudara yang sudah tumbuh bersama selama puluhan tahun. “Kenceng banget, Mas Davin!” teriak Alena sambil berdiri sedikit dari duduknya d

