Masa Sulit

1818 Kata

Keandre turun dari mobil lalu berjalan menuju pintu depan. Saat masuk ke dalam rumah, pandangannya langsung jatuh pada sofa di ruang keluarga. Sonya duduk di sana dengan posisi setengah berbaring, kaki terlipat, sibuk memperhatikan tangannya sendiri. Ia sedang mengamati kuku yang baru beberapa hari lalu dihias nail art, berwarna nude dengan sentuhan glitter di bagian ujung. Sonya menoleh saat mendengar pintu terbuka. Wajahnya langsung senang, walau ada sedikit kerutan tanda penasaran di dahinya. Namun ekspresi suaminya terlihat tidak seperti biasanya. Ia juga tidak menerima pesan apa pun tentang ke mana Keandre pergi beberapa jam sebelumnya. “Eh, kamu udah pulang.” Sonya berdiri dari sofa lalu berjalan mendekat. Gaun rumahnya yang longgar ikut bergoyang mengikuti langkahnya. “Habis dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN