Butik Chanel di salah satu pusat perbelanjaan mewah Jakarta Pusat siang itu tampak tenang. Pengunjung tidak terlalu banyak. Lampu kristal di langit-langit bersinar terang jatuh lembut ke rak-rak yang menampilkan tas, sepatu, dan busana koleksi terbaru. Alena berjalan perlahan menyusuri deretan tas. Satu tangannya menopang bagian bawah perutnya yang mulai membesar, sementara tangan lainnya menyentuh beberapa produk yang dipajang. Ia berhenti di depan sebuah tas Chanel klasik berwarna Beige. “Ini bagus banget,” ucapnya pelan sambil mengambil tas itu dari rak. Ia memeriksa jahitannya, membuka penutupnya, lalu melihat bagian dalamnya dengan teliti. “Kayaknya cocok buat Mama. Warnanya netral, bisa dipakai ke acara formal atau santai.” Tak jauh dari sana, Hudson berdiri dengan jarak aman. Tat

