Cinta lama, belum selesai?

1566 Kata

Alena berusaha bersembunyi di balik sudut lorong yang gelap, tubuhnya menempel rapat ke dinding dingin, napas ditahan hingga d**a terasa sesak. Jantungnya berdegup kencang, seperti drum yang tak mau diam, setiap detik terasa seperti menit. Ia meremas jari-jarinya karena gugup, sampai memutih karena terlalu kuat mencengkeram. Keandre berjalan masuk ke dapur dengan langkah mengantuk, sandal rumahnya menyeret pelan di lantai marmer. Ia menggaruk tengkuk belakangnya dengan satu tangan, mata masih setengah terpejam, lalu membuka kulkas, cahaya dingin menyilaukan sebentar. Matanya tertumbuk pada gelas kosong di counter yang baru saja terpakai, tetesan air masih menempel di sisinya. Ia mengerutkan kening sebentar, mengambil gelas itu dan memeriksanya sekilas. “Siapa ya yang minum jam segini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN