Reunian?

1562 Kata

Tangan kanan Keandre naik, mengetuk pintu agak keras, tiga kali berturut-turut, bunyinya menggema di lorong sunyi. “Pa!” panggilnya lantang, ia sudah sangat penasaran sebenarnya apa yang terjadi di dalam. “Lagi ngapain? Aku boleh masuk?” Hening menjawab. Tak ada respons segera. Keandre mendekatkan telinga ke pintu lagi, jantungnya berdetak lebih cepat. Lima menit terasa seperti selamanya, ia mondar-mandir kecil di depan pintu, tangannya mengusap tengkuk, pikiran berputar liar. Apa yang terjadi di dalam sana? Kenapa Papa lama sekali? Akhirnya, suara kunci diputar pelan terdengar dari dalam, diikuti pintu yang terbuka perlahan. Darren muncul di ambang, wajahnya agak kusut, dengan rambut acak-acakan seolah baru disisir tangan dengan cara kasar, kausnya lumayan lecek, napasnya masih sedikit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN