Mendapatkan pertanyaan yang lumayan sensitif untuk Darren maupun Alena sekarang ini, membuat pria itu terdiam. Bahkan sendok di tangannya berhenti sejenak, lalu sedetik kemudian ia melanjutkan mengaduk kopinya yang tiba-tiba saja sudah tidak berselera lagi. "Belum," jawabnya singkat. Herman masih menatapnya, menunggu kelanjutan jawaban dari teman lamanya itu. Tapi karena tak sabar, ia melemparkan pertanyaan lain lagi. "Belum ada rencana kesana, atau kalian masih nunda?" "Ada rencana. Tapi..." Darren berhenti, mencari kata yang tepat. Padahal di dalam hatinya, ia sudah ingin mengalihkan topik ini, kalau bukan pada teman lamanya, sudah habis pria di hadapannya ia marahi. "Tidak bisa dipaksakan juga, Man. Minta doanya saja." Herman menelan ludah, merasakan situasi yang berubah menjadi sa

