Power Couple

1948 Kata

Gedung pengadilan negeri Jakarta Pusat berdiri megah, seperti biasa. Di ruang sidang nomor 5, suasana tegang sudah terasa sejak hakim ketua memasuki ruangan setengah jam lalu. Situasi di dalam penuh dengan ambisi dan perjuangan nasib seorang anak. Alena duduk di kursi paling depan di sebelah kanan, tepat di belakang meja tim kuasa hukum penggugat yaitu klien mereka. Punggungnya tegak, postur seorang profesional yang terbiasa dengan tekanan. Ekspresi wajahnya tetap dikondisikan sedatar mungkin, tak memperlihatkan emosi apapun, cenderung tenang. Di hadapannya, laptop terbuka dengan halaman notulensi yang sudah penuh ketikan, sebuah buku catatan hukum bersampul hitam, dan tiga buah stabilo dengan warna berbeda. Blazer navy-nya rapi, rambutnya disanggul rendah, dan hanya sedikit riasan di wa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN