"Hamil, Pa?" Keandre mengulang ucapan ayahnya. Matanya masih menatap kosong ke arah Alena yang duduk di sofa, sebelum akhirnya beralih ke Darren. Darren mengerutkan kening, mencoba membaca ekspresi anak sulungnya yang sulit ia tebak. "Iya, hamil. Ada yang aneh? Papa sama Alena sudah menunggu kabar ini selama hampir tiga tahun pernikahan kita. Kamu kenapa?" Ia menjeda, menatap Keandre tajam. "Kamu seperti tidak suka Alena hamil. What's wrong, son?" Keandre tersentak, menyadari bahwa reaksinya mungkin terlalu mencolok. Ia mencoba tersenyum, tapi senyum itu palsu, terasa kaku dan pastinya Darren segera sadar ada yang aneh. "I... I don't. Of course I'm happy! Happy banget, Pa. Selamat." Namun gurat kecewa di wajahnya tak berhasil ia tutupi. Alena yang duduk di sofa menangkapnya dengan jelas

