Malam pun tiba. Setelah makan malam yang hangat, Jayne menidurkan Ranu dan Kayla di kamar mereka. Elang duduk di sisi ranjang, membacakan buku cerita untuk menenangkan mereka. Suara lembutnya membuat kedua anak itu cepat terlelap. Jayne berdiri di pintu kamar, menatap mereka yang tidur dengan damai, hatinya meleleh melihat kebahagiaan anak-anak. Setelah memastikan Ranu dan Kayla tertidur pulas, Jayne menutup pintu perlahan. Suasana rumah sepi, hanya suara detak jam yang bergema samar. Namun langkah Jayne terhenti ketika ia merasakan kehadiran Elang di belakangnya. Cahaya lampu malam menyoroti wajahnya yang setengah tersenyum, setengah menggoda. “Hari ini mereka senang, ya?” bisik Jayne, suaranya lembut, hampir seperti takut terdengar oleh anak-anak. Elang melangkah lebih dekat, tangan m

