(++) Intrik Keluarga Raksadipura.

1072 Kata

Malam itu, keluarga Raksadipura beristirahat dengan hati yang gelisah. Gatot bangkit lebih dulu, wajahnya keras namun tubuhnya tampak letih. Dengan langkah berat ia kembali ke kamarnya, meninggalkan keheningan menekan. Reno, masih menyimpan bara di dadanya, akhirnya beranjak juga, membanting pintu kamarnya begitu keras hingga suara gema terdengar ke seluruh lorong. Kini hanya Rahmi yang tersisa di ruang utama. Wanita itu duduk terpaku di kursi, jemarinya meremas ujung selendang sutra yang menutupi bahunya. Napasnya pendek, pikirannya kacau. Suara langkah kembali terdengar. Dari arah pintu, Hans muncul, tidak buru-buru pergi seperti tadi. Ia berjalan mendekat dengan tatapan licin, lalu berhenti di samping Rahmi. “Kasihan sekali, Rahmi,” bisiknya pelan, nyaris seperti racun yang merembes

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN