Keluarga yang Goyah.

1066 Kata

Malam itu, suasana rumah besar keluarga Raksadipura di kawasan Elit jauh dari kata tenang. Rumah yang biasanya penuh cahaya lampu gantung kristal, dengan aroma bunga segar dari vas-vas besar di ruang tamu, kini seperti dipenuhi hawa tegang yang tak kasat mata. Di ruang utama, Gatot Raksadipura duduk di kursi besar berlapis kulit hitam, kursi yang selama ini disebut-sebut sebagai “kursi komando” karena di situlah keputusan-keputusan besar lahir. Usianya sudah melewati enam puluh lima, rambutnya yang dahulu hitam kini memutih nyaris seluruhnya, tapi sorot matanya tetap tajam, penuh wibawa. Di hadapannya, Reno berdiri dengan wajah masam, kedua tangannya terkepal di samping tubuh. Rahmi, ibunya, duduk di sisi lain meja panjang, tampak resah sambil memainkan cincin berlian di jarinya. “Berit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN