Bab 25. Momen Berharga

1026 Kata

Aluna pernah dengan tegas berkata pada Nathan, satu-satunya orang yang dia percaya, bahwa tak pernah terbesit dalam benaknya untuk menikah. Baginya, yang paling utama hanyalah melihat Leo, anaknya, tumbuh besar dan bahagia. Ia yakin, dengan dirinya saja sudah cukup untuk menciptakan dunia penuh senyum untuk sang anak. Namun kenyataan menggigit lebih tajam daripada harapannya. Tak bisa dipungkiri jika Leo butuh sosok ayah, selalu iri melihat teman-temannya yang memili ayah dan menanyakan di mana keberadaan ayahnya. Aluna sendiri tak tahu, berbohong terus menerus juga tak bisa. Apakah ia akan terus memupuk egonya, menutup mata dari kebenaran yang terbentang di depan? Jujur saja, niat pernikahannya sekarang bukanlah atas dasar cinta, melainkan terpaksa—terjebak oleh situasi yang tak diingin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN