Tanpa menunggu sepatah kata pun keluar dari mulut Aluna, Nathan buru-buru meninggalkan pantry. Langkahnya terburu, d**a berdebar tak menentu, seolah ada sesuatu yang harus segera diselesaikan. Tak lama, ia langsung bertemu Raya yang dari tadi gelisah mencarinya. "Nathan? Kamu di sini ternyata," ujar Raya, napasnya masih terengah, ekspresinya campur aduk antara lega dan penasaran. "Aku dari tadi cari kamu," katanya. Aluna muncul dari balik pantry, tangannya memegang nampan yang berisi segelas kopi untuk Ares. Nathan yang melihat kehadiran Aluna, berusaha menenangkan hatinya dan suasana, sekaligus memanfaatkan momen. Dia menatap Raya dan berbicara lembut, "Oh, ya? Memangnya ada apa kamu cari aku? Mau ajak aku sarapan, ya? Ya sudah, mumpung masih ada waktu, gimana kalau kita sarapan dulu d

