Bab 08. Salah Paham

1041 Kata

Meski tidak melihatnya, Aluna yakin itu suara tembakan. Dentumannya menusuk telinga, membuat bulu kuduknya berdiri, tubuhnya membeku di tempat. Rasa takut merayap seperti ular beracun yang menggerogoti seluruh syarafnya. Dia hendak menjauh, tapi kaki kecilnya tak sengaja menyenggol pintu yang terbuka perlahan. Jantungnya seketika berlari kencang, seperti hendak meledak di d**a. Aluna terpaku menatap sosok di ruangan itu. Mata Ares menyorot tajam, dingin menusuk tanpa ampun. "Ternyata, kamu sudah sampai. Apa kamu mendengarnya tadi?" Suaranya santai, tetapi senyum tipis di sudut bibirnya seperti pisau yang berlapis racun. "Ma-maaf, Pak Ares. Saya tidak sengaja ...." Aluna gugup, suaranya nyaris tersendat. Kemudian, matanya tertuju pada seseorang di sudut ruangan, wajahnya berubah menciut

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN