Aluna melangkah pelan menuju kamar Leo, hatinya campur aduk. Meski tahu putranya sudah ada yang mengurusi, nalurinya mendorongnya untuk memastikan kondisi sang anak dan apakah Leo sudah makan malam atau belum. Namun, sesaat sebelum membuka pintu, suara yang terdengar membuat seluruh tubuhnya membeku. Suara itu—keluar dari mulut Bryan, terdengar jelas dan penuh tanya. Tapi apa maksud dari pertanyaan itu, Aluna tak mengerti. Aluna tanpa ragu membuka pintu kamar Leo. Matanya yang tajam langsung mencari asal suara. Leo dan Bryan saling berpandangan, kaget saat melihat Aluna muncul tiba-tiba. "Aluna," ucap Bryan, tersenyum gugup. "Apa maksud ucapanmu tadi, Bryan?" tanya Aluna, nadanya tenang tapi mengandung ketegasan yang membuat ruangan itu seketika hening. Dia kini berdiri di antara kedua

