Bab 59. Takut Berharap

1131 Kata

Mendengar kata-kata Aluna, Ares seketika terpukul bak petir di siang bolong. Bagaimana mungkin ia dituduh memainkan sandiwara, padahal setiap gerakan yang ia lakukan lahir dari ketulusan terdalam hati? Tak ada paksaan, tak ada pura-pura, hanya perasaan murni yang ia berikan dengan sepenuh jiwa. Namun, Aluna justru menatapnya dengan rasa curiga yang menusuk, seolah semua itu hanyalah akting belaka. Ares menggenggam erat dadanya, ingin meledak marah, tapi suara itu terkunci di tenggorokan. Ia hanya bisa menarik napas panjang, menenangkan badai dalam dirinya yang berkecamuk hebat. "Kalau kamu memilih menganggap semua ini sebagai sandiwara, terserah kamu saja. Tapi dari sikapmu, aku sadar satu hal—kamu tidak pernah percaya padaku. Apakah aku tulus atau sekadar pura-pura, hatimu sendiri yang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN