Karena rasa penasaran yang membara, Aluna diam-diam mengikuti jejak Ares menuju ruang rapat. Namun, ia tak langsung masuk, memilih bersembunyi dari kejauhan, menahan napas sambil menunggu kejadian berikutnya. Hingga tiba-tiba, Raka muncul bersama beberapa karyawan, wajah mereka penuh ketegangan yang tak bisa disembunyikan. Awalnya, Aluna mengira itu hanya rapat mendadak karena sesuatu yang genting terjadi di perusahaan. Tapi sebagai asisten baru, kenapa dia tidak diajak? Apakah dirinya dianggap belum pantas? Keraguan itu merobek hatinya. Tak tahan, Aluna keluar dari persembunyiannya, melangkah mendekat dengan jantung berdegup kencang. Saat ia mulai memahami apa yang sebenarnya terjadi, napasnya tercekat, matanya membelalak karena syok yang tak terduga. Sebelum Ares sempat membuka mulut,

