Raka melesat keluar dari ruang CEO dengan langkah tergesa, wajahnya memancarkan ketegangan yang sulit disembunyikan. Aluna yang menyaksikan itu, hatinya tersentak penuh rasa ingin tahu, menduga ada kabar buruk atau keputusan mengejutkan dari Ares yang membuat rekan kerjanya begitu tergopoh-gopoh. Namun, pikirannya segera mundur; ini bukan urusannya. Apalagi saat ini perasaannya sendiri sedang labil, membuatnya lebih memilih menekan rasa penasaran dan fokus menjalani hari pertama sebagai asisten dengan segudang pekerjaan baru—lebih menuntut akal ketimbang tenaga, jauh berbeda dari saat ia menjadi petugas kebersihan. Namun baru saja Aluna tenggelam dalam rutinitasnya, Tika, kepala OB, muncul membawa segelas minuman, meletakkannya perlahan di atas meja dengan senyum kecil. "Bu, silakan dimi

