Ares mebalas pelukan Aluna dengan erat, hatinya tercekat oleh rasa sakit yang tak terlukiskan. Melihat Aluna dan Leo dalam bahaya seperti ini, semua karena identitasnya yang berbeda—bagai pisau yang menusuk lembut namun dalam di relung hati. "Aku janji ... aku akan melindungi kalian berdua. Tidak akan aku biarkan siapa pun yang berani menyakiti kalian, hidup dengan tenang," batin Ares penuh tekad, seolah mengukir janji itu di dasar jiwa. Beberapa saat kemudian, Aluna perlahan melepaskan pelukannya, suaranya bergetar dan penuh haru, "Maaf ... aku nggak seharusnya melakukan ini, tapi aku benar-benar lega. Terima kasih ya, kamu sudah datang tepat waktu, menyelamatkan aku dan Leo. Aku nggak tahu harus gimana kalau kamu nggak datang, Ares," ucapnya, air mata mengalir hangat membasahi pipinya.

