Di tengah kebingungan yang menyesakkan d**a, Aluna terpaku, berjuang melawan gelombang pikiran yang saling bertabrakan. Haruskah dia membuka tabir rahasia itu pada Raya, sahabat barunya yang belum sempat ia kenal dalam waktu lama? Bisakah kepercayaan secepat itu tumbuh, seperti yang sudah ia bangun lama dengan Nathan? Namun jika berbohong, kata-kata apa yang bisa dipercaya? Mencari alasan palsu terasa sia-sia, tapi sejujurnya ada hal lain lagi yang membuatnya ragu, apakah Ares akan merestui pengakuan itu? Kekalutan ini menjerat Aluna, membuat hatinya semakin tercekik. Tiba-tiba, suara Ares membisikkan sesuatu di telinga Aluna, "Kalau kamu tidak mau menjelaskan, biar aku yang mengatakannya." Ucapannya terdengar penuh tekad. Mendengar itu, darah Aluna seakan membeku. Ia menatap Ares, penuh

