Tepat jam 7 malam Raiden datang untuk menjemput, dan beruntungnya Sekar juga selesai berdandan. Dia sedikit gugup ketika turun dari tangga dan menemui Raiden yang sudah menunggu di bawah. "Maaf, sudah menunggu lama, Tuan Ryuzaki," ucap Sekar tersenyum, demi menutupi rasa gugupnya. Raiden tak segera menjawab, dia mengulurkan tangan meraih jemari lentik istrinya lalu menciumnya dengan lembut. "Nyonya Ryuzaki sangat cantik!" pujinya tersenyum, membuat Sekar tersipu. "Aku cemas tidak bisa memberikan penampilan sempurna untuk kamu, soalnya tadi aku ketiduran," ujar Sekar sembari terkekeh pelan. Raiden mengangkat alisnya dengan raut terkejut di wajahnya. "Kamu nggak apa-apa?" tanyanya, kali ini dengan nada cemas di dalam suaranya. Sekar mendekat dan menyentuh d**a Raiden. Mengusap jas mah

