Proyek Kecil Revan

1124 Kata

Revan, si kecil jenius yang bisa menangkap adanya masalah yang terjadi diantara kedua orangtuanya. Meski dia belum paham akan apapun itu, tapi instingnya berkata jika itu sangatlah rumit. "Aduh, ada apa sebenarnya?" keluhnya sambil mengerjap, matanya perih setelah sejak tadi mengerjakan jam tangan Sekar yang dibongkarnya. Dia mendongak sambil sedikit meregangkan otot tubuhnya, lalu menoleh pada jam digital berbentuk kepala Einstein yang menunjukkan pukul 1 malam menjelang dini hari. "Sedikit lagi!" gumamnya. Tapi tenggorokannya terasa kering, dia beranjak bangun untuk mengambil air minum. "Habis!" hembusnya malas ketika melihat botol air minum yang selalu tersedia di atas meja. Revan dengan terpaksa keluar untuk mengambilnya minum dari dapur. Perlahan dia menutup pintu, jangan sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN